kita buat bahagia datang lebih sering dari hal-hal kecil yang kita jalani. jika masalah tidak ada jalan keluarnya, kita saja yang keluar jalan-jalan.

Hallo
Waerebo!
Apa yang terlintas ketika kamu mendengar
kata "waerebo"?
Kampung di atas awan?
Desa dibalik gunung?
atau yang lainnya?
Apapun itu yang jelas kepingan surga yang satu ini sudah sejak lama menduduki bucket listku. sudah setanah, selangit mana mungkin ku lewati begitu saja haha. Kureng rasanya bila ke Flores namun tidak bertamu ke tempat menaric satu ini. Buat kamu yang juga ingin kesini namun belum click sama momentnya, jangan bersedih mending jalan-jalan online dulu yuk hehe, akan ku bisikan sedikit bagaimana surga bernama waerebo ini.
Labuan bajo menjadi titik awal perjalanan kami. Dengan 5 motor bersama lebih kurangnya 3 jam jalur darat kami tempu. Jangan membayangkan jalan yang mulus haha, sebab jika sudah ketemu dengan baliho besar bertuliskan waerebo, itu tandanya perjalanan sebenarnya akan dimulai. Lets see berbatuan kerikil dan mata yang sedikit mengantuk karena sapaan angin menemani perjalanan kala itu karena 1 kecamatan lagi harus dilalui.
hari itu mungkin bukan harinya kami, karena sesampainya dirumah tourguide, kami disambut dengan hujan yang deras. karena itu kami tidak bisa langsung cau malam itu, padahal sunrise adalah yang kami nantikan haha but is oke mau bagaimana, langit sedang kacau saat itu. jadinya kami mencharger energi dulu dengan istirahat sebentar baru bergegas ketika subuh kira-kira jam 4-an.

foto ini adalah visualisasi dari perjalanan menuju puncak atau bisa kukatakan lembah ya? karena faktanya waerebo terletak di lembah gunung. Seperti kamu mendaki kemudian harus turun untuk sampai di tujuan.
Foto disebelah ini baru setengah jalan loh... dan diambil waktu nunggu temen kita yang berurusan dengan masalah perut yang menganggu alisas boker HAHA. Dear all my fwend yang hendak ke sini nantinya, flishh jangan melakukan hal yang sama apalagi minta pulang etdah haha
Sesampainya di waerebo ;
menikmati jamuan berupa secangkir Kopi Flores dan teh buat yang ga suka kopi sebagai welcome drink
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
Secangkir teh dengan manis sesuai selera ini bukan teh biasa. Sebab kami harus menyiapkan uang Rp 270.000 tentu saja sudah satu paket dengan menginap semalam, makan 2 kali dengan menu sayur, telur dan so pasti sambel! oh ya untuk harga yang dipatok juga kadang berbeda ya, tegantung kamu bertemu dan beruntung dengan harga yang mana. Tapi rata-rata 300-an si.
Walau cuaca disini dingin, kamu tidak perlu bimbang untuk perihal tidur karena sudah disiapin bantal dan juga selimut yang tebal dong. tapi maap tidak tersedia guling disini hehe, jadi peluk diri sendiri aja ya. meski gagal mendapatkan sunrise tapi itu tak merubah rasa takjub kek "FINALLY WAEREBO!!!!" bukan hanya memuaskan mata dengan yang indah-indah, senyum dan ramahnya warga setempat juga menemani perjalanan ini. mundur lagi ygy, Sepanjang areal trekking menuju Wae Rebo, kamu akan disuguhkan dengan atmosphere alam yang sangat segar serta dihibur oleh suara-suara merdu atau dentuman alam berupa kicauan berbagai jenis burung yang sangat merdu serta bunyian hewan-hewan liar yang memenuhinya tapi aman kok sanss.
.jpeg)
spread love untuk para wanita tangguh penakluk waerebo dan hatimu eakk
.jpeg)
Buat kamu yang ingin bawa oleh-oleh dari waerebo, disana ada jual ikat kepala, selendar, gelang dan kopi khas sana loh...
Tapi yang ku pake disebelah ini engga dibeli disana ya hehe. memang outfit terencana kalau ini mah
” Neka Hemong Kuni Ago Kalo”
adalah ungkapan yang menjadi nilai dalam norma kehidupan warga di waerebo sebagai tanah kelahiran, tanah pustaka dan tanah tumpah darah yang tidak dapat dilupakan.
Desa Wae Rebo di Flores, Nusa Tenggara Timur seperti surga di atas awan, sebuah desa tradisional dengan atap jerami yang menjulang tinggi di tengah hamparan perbukitan hijau. menariknya kamu akan benar-benar merasa berada di awan saat pagi buta dengan kabut-kabut seperti mau masuk dunia lain, gak deng becanda hehe. pokoknya ga bisa berword-word deh.
oh ya fyi aja ni keknya november waktu rekomended jika hendak kesini, cause setiap bulan ini warga di Desa Wae Rebo merayakan Upacara Adat Penti, yaitu perayaan untuk mengungkapkan rasa syukur atas hasil panen yang diperoleh dalam setahun serta memohon kerukunan dan perlindungan. waktu hajatan ini digelar, warga akan mengenakan pakaian adat lengkap dengan asesorisnya. kebayang ga si giman double triple serunya?
tau ga sih bentuk rumah yang cukup unik seperti lumbung kerucut yang jumlahnya hanya tujuh ini, setiap rumahnya dihuni oleh enam sampai delapan keluarga. rumah ini disebut Mbaru Niang dan terdiri dari lima lantai dengan atap daun lontar dan dilapisi ijuk.

.jpeg)
Bagian Terimakasih
Terimakasih banyak untuk semua tim mate road trip wae rebo. Terimakasih untuk ceritanya yang hampir keseluruhan dipenuhi dengan tawa haha.
Terimakasih untuk imen yang tiba-tiba menjadi vlogger, ditunggu kontennya lounching, buruan ih! dah busuk ituuu. Terimakasih untuk kiki yang hp nya jadi iventaris foto perjalanan kita haha terimakasih buat hp hesti juga tentunya. Terimakasih jabel untuk kerecahannya. Terimakaasih untuk rahmi yang bikin drama mau pulang dan boker ditengah jalan buset dah haha. Terimakasih untuk ganjar yang menjadi DJ musik kita diperjalanan mendaki dan menurun. Terimakasih untuk ju sang ketua panitia haha. Terimakasih untuk bang almadin sudah menyumbang candaan yang mewarnai perjalanan dan tentunya makasih banyak untuk arif sang akamsi! last but not least duo sejoli sika dan rio, terimakasih!
Kami sudah, selajutnya kamu ya! semoga segera berjodoh dengan negeri atas awan, waerebo.
.jpeg)
"Hujan dong, kasihan ni ponconya udah dibeli tapi ga dipake"
dan doa imen pun terkabul :)